Babinsa Sugie Dorong Ketahanan Pangan Lewat Perawatan Kacang Panjang
Baca Juga: Ibadah 144 WNA di Moro Berlangsung Aman dalam Pengawalan TNI-Polri
MORO — Babinsa Desa Sugie Koramil 02/Moro Kodim 0317/TBK, Serma M. Amin, turun langsung bersama warga merawat tanaman kacang panjang di demplot Koramil 02/Moro, Kampung Wonorejo, Dusun I RT 03/RW 02, Desa Sugie, Kecamatan Sugie Besar, Minggu (6/9/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB itu menjadi bagian dari upaya Babinsa mendampingi masyarakat mengoptimalkan lahan yang belum produktif sekaligus mendorong ketahanan pangan di wilayah binaan.
Di tengah hamparan tanaman kacang panjang, Serma M. Amin bersama warga melakukan perawatan tanaman agar dapat tumbuh optimal. Pendampingan tersebut tidak berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut hingga proses pemeliharaan dan pengelolaan lahan.
Serma M. Amin mengatakan pemanfaatan lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat apabila dikelola secara konsisten.
“Kami mendorong warga memanfaatkan lahan yang ada agar menjadi lebih produktif. Perawatan tanaman seperti ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” ujar Serma M. Amin.
Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur tidak harus dimulai dengan skala besar. Dengan pendampingan dan pengelolaan yang baik, lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan dapat dikembangkan menjadi sumber pangan sekaligus bernilai ekonomi.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk memperkuat komunikasi dengan warga. Sambil bekerja di lahan, Serma M. Amin turut menggali kondisi dan kebutuhan masyarakat terkait pengembangan usaha pertanian di wilayah binaannya.
Pendampingan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian lokal secara mandiri. Selain membantu menyediakan sumber pangan, hasil budidaya kacang panjang nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun meningkatkan pendapatan.
Langkah sederhana dari lahan demplot itu menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat: memanfaatkan lahan yang ada, merawatnya bersama, dan memastikan hasilnya kembali memberi manfaat bagi warga.





