x

Pengecoran Lantai Jembatan Sungai Paya Dikebut, Delapan Tukang Dikerahkan

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jul 2026 14:34 0 23 Redaksi

Pengecoran Lantai Jembatan Sungai Paya Dikebut, Delapan Tukang Dikerahkan

BELAT, 03 Juli 2026 – Pembangunan Jembatan Sungai Paya di Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus menunjukkan progres. Pada Jumat (3/7/2026), pekerjaan memasuki tahap penting berupa pengecoran lantai jembatan dengan melibatkan delapan orang tukang untuk mempercepat penyelesaian konstruksi.
Tahapan pengecoran dilakukan sejak pagi sebagai bagian dari rangkaian pembangunan infrastruktur yang terus mendapat pendampingan dan pemantauan oleh jajaran Kodim 0317/TBK. Proses tersebut dikerjakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi agar lantai jembatan memiliki kekuatan dan daya tahan yang sesuai dengan standar pekerjaan.
Pengerjaan difokuskan pada bidang lantai jembatan yang nantinya menjadi jalur utama lalu lintas masyarakat. Seluruh material disiapkan terlebih dahulu sebelum proses pengecoran dilakukan secara merata oleh para pekerja agar hasil pekerjaan optimal.
Babinsa Desa Sebele terus memonitor perkembangan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan para pekerja untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0317/TBK dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pengecoran lantai jembatan hari ini berjalan sesuai rencana dengan melibatkan delapan orang tukang. Kami akan terus melakukan pemantauan agar setiap tahapan pekerjaan terlaksana dengan baik, tepat waktu, dan tetap mengutamakan kualitas,” ujar Babinsa Desa Sebele.
Keberadaan Jembatan Sungai Paya nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga Desa Sebele dan sekitarnya, mempermudah distribusi hasil pertanian maupun aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Belat.
Kodim 0317/TBK berkomitmen terus mengawal setiap tahapan pembangunan hingga proyek selesai. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci keberhasilan pembangunan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x