KARIMUN – Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Istain Tamimi menghadiri Majelis Kenduri dan Doa Selamat Hari Jadi ke-26 Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun di Balai Adat Melayu, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral, Sabtu (31/10/2026). Peringatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong lembaga adat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 undangan tersebut juga diikuti Bupati Karimun H. Ing. Iskandarsyah, Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, Ketua DPRD Raja Rafiza, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Babinsa Moro Timur Ingatkan Pedagang Sarapan Jaga Kebersihan Tempat Usaha
Dalam sambutannya, Bupati Karimun menegaskan bahwa LAM harus menjalankan peran strategis dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya tampil dalam kegiatan seremonial dan penyambutan pejabat.
Ia berharap lembaga adat mampu menjadi kompas intelektual bagi pemerintah daerah melalui pemikiran, masukan, serta kontribusi nyata dalam menjaga identitas budaya dan mendukung pembangunan Kabupaten Karimun.
Bupati juga mengingatkan bahwa sejarah dan perjuangan para pendahulu harus menjadi inspirasi untuk membangun masa depan daerah. Masyarakat tidak cukup hanya membanggakan kejayaan masa lalu, tetapi perlu melanjutkan perjuangan tersebut melalui kerja bersama.
Sementara itu, Ketua Umum LAM Karimun Datuk Wira Setia Utama Dr. H. Muhammad Firmansyah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Karimun sebagai rumah besar yang menjunjung persaudaraan dan nilai luhur Melayu.
Menurutnya, lembaga adat memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan sosial, menjadi penengah ketika muncul perselisihan, serta mempertahankan adab, budi bahasa, dan sikap saling menghormati di tengah perkembangan zaman.
“Adab, budi bahasa, serta sikap saling menghormati harus senantiasa dijunjung tinggi dan dipertahankan,” menjadi salah satu pesan penting Ketua Umum LAM Karimun.
Kehadiran Kasdim 0317/TBK Mayor Inf Istain Tamimi dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan TNI terhadap upaya pelestarian adat dan budaya serta penguatan komunikasi sosial bersama pemerintah daerah dan para pemangku adat.
Rangkaian peringatan HUT ke-26 LAM Karimun berlangsung dengan nuansa budaya Melayu melalui tari persembahan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan pencak silat Hulubalang, prosesi tepuk tepung tawar, pemotongan pulut kuning, hingga penganugerahan gelar adat.
Kegiatan berakhir pukul 12.30 WIB dengan jamuan makan bersama secara berhidang. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu.






