
Kodim 0317/TBK Kebutan Proyek Jembatan Armco Sungai Mata Tiga
BELAT, 07 Mei 2026 — Pembangunan Jembatan Armco Sungai Mata Tiga di Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus dikebut personel Kodim 0317/TBK bersama masyarakat, Kamis (7/5/2026). Meski dihadapkan medan sulit dan pasang air laut, progres pemasangan material Armco kini telah mencapai 49,9 persen.
Sejak pagi, aktivitas pembangunan terlihat berlangsung di titik jembatan penghubung antarwilayah Desa Penarah tersebut. Personel TNI bersama warga tampak bergotong royong memindahkan material menggunakan perahu sebelum dilangsir secara manual menuju lokasi pembangunan.
Jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 7 meter itu dibangun untuk memperlancar akses masyarakat dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.317 jiwa. Selain menjadi akses utama warga, keberadaan jembatan juga diharapkan mempercepat mobilitas hasil ekonomi masyarakat setempat.
Di lapangan, sejumlah pekerjaan utama telah rampung, di antaranya pengerjaan bowplank, mobilitas material, abutmen, serta lantai jembatan yang telah mencapai 100 persen. Sementara pembangunan buk sandaran sudah mencapai 80 persen dan pemasangan struktur Armco terus berjalan.
“Personel di lapangan terus memaksimalkan pekerjaan agar pembangunan selesai tepat waktu meskipun terdapat beberapa kendala teknis,” ujar salah satu personel Kodim 0317/TBK di lokasi kegiatan.
Kendala terbesar yang dihadapi tim pembangunan adalah distribusi material ke titik seberang sungai. Seluruh material harus diangkut menggunakan perahu lalu dipikul secara manual oleh personel TNI dan masyarakat.
Selain itu, pekerjaan juga kerap terhenti ketika air laut pasang. Kondisi tersebut membuat aktivitas pembangunan harus dihentikan sementara selama kurang lebih empat jam demi faktor keselamatan pekerja.
Tidak hanya itu, ketersediaan material bangunan seperti batu dan pasir juga menjadi tantangan tersendiri karena harus didatangkan dari luar daerah akibat stok lokal yang terbatas.
Meski demikian, cuaca cerah sepanjang hari membantu proses pengerjaan berjalan lebih optimal. Sebanyak 12 personel Yon TP Kodim 0317/TBK bersama 11 warga terus dilibatkan dalam percepatan pembangunan.
Hingga sore hari, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan aman dan kondusif. Kodim 0317/TBK memastikan pengerjaan jembatan akan terus dipercepat agar segera dapat digunakan masyarakat.
[8/5, 00.17] Mugi Maulana Kodim: Jembatan Armco Sungai Merpati Capai 50 Persen, TNI Kerja Ekstra
SEBELE, 07 Mei 2027 — Pembangunan Jembatan Armco Sungai Merpati di Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Kamis (7/5/2026), pemasangan material Armco telah mencapai 50,2 persen meski personel TNI dan masyarakat harus menghadapi medan sulit serta keterbatasan distribusi material.
Sejak pagi, aktivitas pembangunan terlihat padat di lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Sebele dengan Desa Penarah tersebut. Personel Kodim 0317/TBK bersama warga bahu-membahu memindahkan material menggunakan perahu sebelum dipikul secara manual menuju titik pengerjaan.
Jembatan dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter itu nantinya akan menjadi akses vital bagi sekitar 1.390 jiwa masyarakat di dua desa. Kehadiran jembatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Di tengah cuaca cerah yang mendukung pekerjaan, sejumlah tahapan pembangunan telah rampung sepenuhnya, seperti pengerjaan bowplank, mobilitas material, abutmen, hingga lantai jembatan. Sementara pembangunan buk sandaran telah mencapai 75 persen dan pemasangan struktur Armco terus dipercepat.
“Personel di lapangan terus bekerja maksimal agar pembangunan dapat selesai sesuai target meskipun terdapat kendala teknis dan kondisi alam,” ujar salah satu anggota Kodim 0317/TBK di lokasi kegiatan.
Tantangan terbesar pembangunan masih berada pada distribusi material ke lokasi proyek. Seluruh bahan bangunan harus diseberangkan menggunakan perahu karena akses darat belum memungkinkan. Setelah tiba di seberang, material kembali diangkut secara manual oleh personel TNI dan masyarakat.
Selain itu, kondisi pasang air laut juga memengaruhi ritme pekerjaan. Saat air pasang, aktivitas pembangunan terpaksa dihentikan sementara selama kurang lebih empat jam demi menjaga keselamatan pekerja dan kestabilan struktur.
Kendala lain muncul dari ketersediaan bahan bangunan seperti batu dan pasir yang belum tersedia di lokasi sehingga harus didatangkan dari luar daerah.
Meski menghadapi berbagai hambatan, situasi di lokasi pembangunan tetap aman dan kondusif. Kodim 0317/TBK memastikan pengerjaan jembatan akan terus dipercepat agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat.
Tidak ada komentar