x

Penimbunan Terus Dipercepat, Jembatan Sungai Mata Satu Capai 70,7 Persen

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 16:38 0 33 Redaksi

Penimbunan Terus Dipercepat, Jembatan Sungai Mata Satu Capai 70,7 Persen

BELAT, 19 Mei 2026 — Pengerjaan penimbunan tanah pada pembangunan Jembatan Sungai Mata Satu yang menghubungkan antar Desa Penarah, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus digenjot oleh jajaran Kodim 0317/TBK, Selasa (19/5/2026). Hingga hari ini, progres penimbunan pada struktur plat Armco dan pondasi dinding tercatat telah mencapai 70,7 persen.
Di lokasi, sejumlah personel tampak aktif mengatur distribusi material dan memperkuat timbunan di sisi kiri dan kanan konstruksi. Aktivitas alat berat berlangsung intens untuk memastikan elevasi tanah sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan, mengingat area tersebut memiliki karakteristik aliran air dengan kedalaman mencapai 2,5 meter serta potensi kenaikan saat banjir hingga 2,60 meter.
Pembangunan jembatan ini menjadi akses vital bagi sekitar 1.390 jiwa warga yang selama ini mengandalkan jalur terbatas untuk mobilitas antarwilayah. Dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter, jembatan ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memperkuat akses ekonomi masyarakat desa.
Perwira pengawas lapangan Kodim 0317/TBK menegaskan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.
“Kami terus memaksimalkan pengerjaan penimbunan agar struktur jembatan segera stabil dan bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Semua pekerjaan kami pastikan tetap sesuai standar teknis dan mengutamakan keamanan,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Selain penimbunan, beberapa item pekerjaan lain telah menunjukkan progres signifikan, seperti bowplank, mobilisasi material, pekerjaan abutmen, girder, lantai jembatan, dan buk sandaran yang seluruhnya telah mencapai 100 persen. Sementara itu, pekerjaan diafragma, pemasangan besi pembatas, serta pengecatan dinding dan tiang masih belum dimulai.
Hingga saat ini, pembangunan masih difokuskan pada penyempurnaan struktur tanah dan persiapan tahap lanjutan. Pihak pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan dapat berjalan tepat waktu agar manfaat jembatan segera dirasakan masyarakat.
Di lapangan, aktivitas tetap berlangsung dengan pengawasan ketat guna memastikan hasil akhir konstruksi kokoh, aman, dan berfungsi optimal sebagai infrastruktur penghubung antar desa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x